"Pesan Untuk Laki-Laki" Inilah Sebab Mengapa Rasulullah SAW. Melarang Kenc!ng Dengan Cara Berdiri..Mohon Sebarkan!!!
K3ncing atau bhs halusnya buang air sen! ini sudah tidaklah satu hal yang asing lagi untuk umat manusia. Tiap-tiap manusia melakukan aktivitas ini untuk keluarkan sebagian bekas metab0lisme badan (keluarkan k0t0ran badan). Dalam melakukan aktivitas inipun kita dituntut mengerjakannya dengan benar dan sama seperti ketentuan.
Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ”anha, di mana beliau berkata, “Siapa yang katakan kalau Rasulullah SAW k3ncing sembari berdiri, janganlah dibenarkan. Beliau tak pernah k3ncing sembari berdiri. ”
Dari Aisyah ra. berkata kalau Rasulullah SAW tak pernah k3ncing sembari berdiri mulai sejak di turunkan padanya Al-Quran.
Lewat cara medis k3ncing berdiri yakni penyebabnya paling utama penyakit k3ncing batu pada semua pasien penyakit itu dan yaitu satu di antara pemicunya penyakit lem4h sy4hw4t untuk beberapa pria.
Dengan cara agama, biasanya orang yang umumnya k3ncing berdiri lantas mereka akan bangun shalat, waktu bakal ruku’ atau sujud jadi terasa ada satu hal yang keluar dari kem4lu4nnya, itu bekas air k3ncing yg tak habis terpenc4r saat k3ncing sembari berdiri, bila hal sejenis ini berlangsung jadi shalat yang ditanganinya tidak sah karena air k3ncing yakni n4jis dan satu di antara prasyarat sahnya shalat yakni suci dari h4dats kecil maupun h4dats besar.
Umumnya kita melihat enteng pada langkah dan tempat buang air, mungkin saja karena pertimbangan waktu atau kondisi dan keadaan yang mengharuskan (terp4ksa) untuk k3ncing berdiri tanpa ada berasumsi keburukannya dari segi sunnah dan kesehatan.
Orang dahulu mempunyai budaya melarang anak k3ncing berdiri sampai kita kerap mendengar pepatah “Guru k3ncing berdiri, murid k3ncing berlari”, karena memang ada efek neg4tif dari k3ncing berdiri.
Rutinitas orang k3ncing berdiri akan mudah lem4h b4thin, karena sebagian bekas air dalam pund! t-pund! yg tak habis terpanc4r menjadikan kelenj4r 0tot-0tot dan urat h4lus sekitaran z4kar jadi lem " bek dan k3ndur. Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertin " ggung tulang p4ha di kiri dan kanan merengg4ngk4n him " pit4n bu4h z4kar. Ini memudahkan air k3ncing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menek4n p4ngkal buah z4kar.
Dengan cara barusan, air k3ncing akan keluar hingga habis, terutama dengan cara barusan kekuatan sekitaran 0tot z4kar terpelihara.
Waktu buang air k3ncing berdiri ada rasa tak suka, karena masih tetap ada bekas air dalam kant0ng dan t3lur z4kar di bawah batang z4kar.
Ia berkemungkinan besar menyebabkan k3ncing batu. Kenyataan tunjukkan bila batu karang yang ada pada ginjal atau kant0ng sen! dan t3lur z4kar yakni karena oleh sebagian bekas air k3ncing yg tidak habis terpenc4r. End4pan untuk end4pan selanjutnya mengkrist4l/menger4s seperti batu karang.
Bila anda umum pelajari bekas air k3ncing yg tidak dibikin bersih dalam kamar mandi, anda fikirkan begitu ker4s ker4k-ker4knya. Bagaimana apabila itu ada di kant0ng kem4lu4n Anda?? Hal ini dapat yaitu satu di antara yang menyebabkan penyakit lem4h sy4hw4t pada pri4 terkecuali dari pemicunya k3ncing batu.
Sesungguhnya banyak s! ksa pendam lantaran k3ncing jadi bersihkanlah dirimu dari (percik4n dan bekas) k3ncing. (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)
Hadis kisah Ibnu Abbas ra., ia berkata : Rasulullah saw. pernah lewat dua buah kuburan, lalu beliau bersabda : Ingat, sesungguhnya dua mayit ini tengah dis! ksa, namun tidaklah karena dosa besar. Yang satu dis! ksa karena ia dahulu sukai mengadu domba, sedang yang lain dis! ksa karena tidak bersihkan dirinya dari air k3ncingnya.
Lantas beliau memohon pelepah daun kurma dan dipotongnya jadi dua. Lalu beliau menanc4pkan salah satunya pada suatu kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda : Mudah-mudahan pelepah itu dapat memperingan s! ksanya, sepanjang belum kering. (Shahih Muslim No. 439)
Demikian hikmahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang k3ncing berdiri. Dan untuk muslim yang shalat, kadang-kadang setelah keluar dari WC dan menginginkan shalat, waktu ruku’ dalam shalat kita merasa ada satu hal yang keluar dari kem4lu4n, itu yakni bekas air k3ncing yg tak habis terpenc4r mengakibatkan lantaran k3ncing berdiri yg tak usai keluar, hal sejenis ini menyebabkan shalat tidak sah karena satu di antara sarat sahnya shalat yakni bersih dan suci dari n4jis baik h4dats kecil maupun h4dats besar, dan air k3ncing yaitu n4jis.
Sampai Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam kerap mengingatkan dalam sabdanya : “Hati-hatilah dalam permasalahan k3ncing karena umumnya s! ksa kubur lantaran tidak waspada dalam k3ncing”.
Jadi baiknya kita belajar adab-adab dan sunnah-sunnah di kamar mandi (WC) itu agar kita banyak peroleh faedah baik di dunia (kesehatan) maupun di akhirat (agama) yang sudah di sampaikan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.
Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ”anha, di mana beliau berkata, “Siapa yang katakan kalau Rasulullah SAW k3ncing sembari berdiri, janganlah dibenarkan. Beliau tak pernah k3ncing sembari berdiri. ”
Dari Aisyah ra. berkata kalau Rasulullah SAW tak pernah k3ncing sembari berdiri mulai sejak di turunkan padanya Al-Quran.
Lewat cara medis k3ncing berdiri yakni penyebabnya paling utama penyakit k3ncing batu pada semua pasien penyakit itu dan yaitu satu di antara pemicunya penyakit lem4h sy4hw4t untuk beberapa pria.
Dengan cara agama, biasanya orang yang umumnya k3ncing berdiri lantas mereka akan bangun shalat, waktu bakal ruku’ atau sujud jadi terasa ada satu hal yang keluar dari kem4lu4nnya, itu bekas air k3ncing yg tak habis terpenc4r saat k3ncing sembari berdiri, bila hal sejenis ini berlangsung jadi shalat yang ditanganinya tidak sah karena air k3ncing yakni n4jis dan satu di antara prasyarat sahnya shalat yakni suci dari h4dats kecil maupun h4dats besar.
Umumnya kita melihat enteng pada langkah dan tempat buang air, mungkin saja karena pertimbangan waktu atau kondisi dan keadaan yang mengharuskan (terp4ksa) untuk k3ncing berdiri tanpa ada berasumsi keburukannya dari segi sunnah dan kesehatan.
Orang dahulu mempunyai budaya melarang anak k3ncing berdiri sampai kita kerap mendengar pepatah “Guru k3ncing berdiri, murid k3ncing berlari”, karena memang ada efek neg4tif dari k3ncing berdiri.
Rutinitas orang k3ncing berdiri akan mudah lem4h b4thin, karena sebagian bekas air dalam pund! t-pund! yg tak habis terpanc4r menjadikan kelenj4r 0tot-0tot dan urat h4lus sekitaran z4kar jadi lem " bek dan k3ndur. Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertin " ggung tulang p4ha di kiri dan kanan merengg4ngk4n him " pit4n bu4h z4kar. Ini memudahkan air k3ncing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menek4n p4ngkal buah z4kar.
Dengan cara barusan, air k3ncing akan keluar hingga habis, terutama dengan cara barusan kekuatan sekitaran 0tot z4kar terpelihara.
Waktu buang air k3ncing berdiri ada rasa tak suka, karena masih tetap ada bekas air dalam kant0ng dan t3lur z4kar di bawah batang z4kar.
Ia berkemungkinan besar menyebabkan k3ncing batu. Kenyataan tunjukkan bila batu karang yang ada pada ginjal atau kant0ng sen! dan t3lur z4kar yakni karena oleh sebagian bekas air k3ncing yg tidak habis terpenc4r. End4pan untuk end4pan selanjutnya mengkrist4l/menger4s seperti batu karang.
Bila anda umum pelajari bekas air k3ncing yg tidak dibikin bersih dalam kamar mandi, anda fikirkan begitu ker4s ker4k-ker4knya. Bagaimana apabila itu ada di kant0ng kem4lu4n Anda?? Hal ini dapat yaitu satu di antara yang menyebabkan penyakit lem4h sy4hw4t pada pri4 terkecuali dari pemicunya k3ncing batu.
Sesungguhnya banyak s! ksa pendam lantaran k3ncing jadi bersihkanlah dirimu dari (percik4n dan bekas) k3ncing. (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)
Hadis kisah Ibnu Abbas ra., ia berkata : Rasulullah saw. pernah lewat dua buah kuburan, lalu beliau bersabda : Ingat, sesungguhnya dua mayit ini tengah dis! ksa, namun tidaklah karena dosa besar. Yang satu dis! ksa karena ia dahulu sukai mengadu domba, sedang yang lain dis! ksa karena tidak bersihkan dirinya dari air k3ncingnya.
Lantas beliau memohon pelepah daun kurma dan dipotongnya jadi dua. Lalu beliau menanc4pkan salah satunya pada suatu kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda : Mudah-mudahan pelepah itu dapat memperingan s! ksanya, sepanjang belum kering. (Shahih Muslim No. 439)
Demikian hikmahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang k3ncing berdiri. Dan untuk muslim yang shalat, kadang-kadang setelah keluar dari WC dan menginginkan shalat, waktu ruku’ dalam shalat kita merasa ada satu hal yang keluar dari kem4lu4n, itu yakni bekas air k3ncing yg tak habis terpenc4r mengakibatkan lantaran k3ncing berdiri yg tak usai keluar, hal sejenis ini menyebabkan shalat tidak sah karena satu di antara sarat sahnya shalat yakni bersih dan suci dari n4jis baik h4dats kecil maupun h4dats besar, dan air k3ncing yaitu n4jis.
Sampai Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam kerap mengingatkan dalam sabdanya : “Hati-hatilah dalam permasalahan k3ncing karena umumnya s! ksa kubur lantaran tidak waspada dalam k3ncing”.
Jadi baiknya kita belajar adab-adab dan sunnah-sunnah di kamar mandi (WC) itu agar kita banyak peroleh faedah baik di dunia (kesehatan) maupun di akhirat (agama) yang sudah di sampaikan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.



Comments
Post a Comment